Tony's Teaching & Learning

Sebuah hubungan atau Correlation atar 2 variabel tentu masih bisa dipertanyakan derajat korelasinya. Artinya mungkin kita memang menemukan trend hubungan (linier atau curve) dari pola sebaran koordinat antar 2 variables tapi bisa jadi polanya ‘lemah’ sehingga hubungan antar 2 variables tersebut bisa kita pertanyakan!

Untuk mengukur Kuat atau Lemahnya sebuah Correlation dapat memilih mengacu pada salah satu dari 2 koefisien:

Pearson’s Correlation Coefficient (r) : nilainya antara -1 hingga 1. Semakin mendekati -1 atau 1 semakin kuat correlationnya. Nilai r bisa juga untuk menunjukkan jenis Correlation (positif atau negatif) dan kekuatan correlationnya. 0 berarti ‘tidak ada correlation’, Semakin mendekati 0 semakin lemah correlationnya

Coefficient of Determination (r2…r kuadrat): ini hanya kuadrat dari Correlation Coefficient sehingga nilainya selalu positif yakni 0 hingga 1,….. r kuadrat hanya dipake untuk mengacu kekuatan correlation tanpa perduli positif atau negatif correlationnya.

Rumus menghitung Pearson’s Correlation Coefficient (r):

Lihat pos aslinya 146 kata lagi

Iklan